Belanja hemat bebas ongkir untuk Kota Bireuen dan Medan

Sange, Tudung Saji Khas Aceh yang Sarat Nilai Budaya dan Menjadi Peluang Usaha

Sange merupakan salah satu kerajinan tradisional khas Aceh yang hingga kini masih memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi. Tudung saji ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam berbagai tradisi masyarakat Aceh, terutama pada acara pernikahan, kenduri, serta perayaan keagamaan.

Dalam adat Aceh, sange sering digunakan sebagai penutup hantaran pengantin sehingga tampilannya dibuat menarik dengan perpaduan warna-warna cerah dan motif khas Aceh. Selain itu, sange juga kerap digunakan untuk menutup hidangan yang dibawa ke meunasah atau masjid saat pelaksanaan kenduri Maulid dan berbagai kegiatan adat lainnya.

Secara tradisional, sange dibuat menggunakan anyaman daun nipah sebagai rangka utama, kemudian dibalut kain beludru berwarna mencolok seperti merah, kuning, dan hijau. Bagian luarnya dihiasi dengan payet, manik-manik, renda, serta berbagai motif khas Aceh, seperti Pinto Aceh dan motif bunga, sehingga menghasilkan tampilan yang elegan dan bernilai seni tinggi.

Salah satu pelaku usaha yang masih aktif melestarikan kerajinan ini adalah Cut Maneh, pengrajin sekaligus pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Gampong Lambate, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar.

Cut Maneh mulai menjalankan usaha pembuatan sange sejak tahun 2012. Awalnya, usaha tersebut dirintis karena kebutuhan ekonomi keluarga. Berbekal pengalaman yang diwariskan dari orang tuanya yang juga merupakan pengusaha tudung saji, ia belajar membuat sange dan mulai memasarkan hasil produksinya secara mandiri.

Pada masa awal usahanya, Cut Maneh berkeliling dari gampong ke gampong di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh untuk menawarkan produknya secara langsung. Setelah seharian berjualan, ia kembali memproduksi sange pada malam hari. Kegigihan tersebut menjadi fondasi berkembangnya usaha yang kini telah dikenal masyarakat.

Saat ini, dalam waktu sekitar dua hari, Cut Maneh mampu memproduksi sekitar 10 buah sange. Produknya dipasarkan ke berbagai wilayah di Aceh Besar dan Banda Aceh, termasuk pasar tradisional, kawasan Lambaro, serta sejumlah toko suvenir yang menjual kerajinan khas Aceh.

Harga sange yang diproduksi bervariasi, mulai dari Rp75.000 hingga Rp170.000 per buah, tergantung ukuran, tingkat kerumitan, serta motif yang digunakan. Motif Pinto Aceh menjadi desain yang paling banyak diminati pelanggan karena dianggap mencerminkan identitas budaya Aceh sekaligus memiliki nilai estetika yang tinggi.

Usaha yang awalnya hanya bermodalkan sekitar Rp500.000 kini berkembang pesat. Cut Maneh berhasil memperoleh omzet sekitar Rp7 juta per bulan dan telah membuka lapangan pekerjaan bagi tujuh orang karyawan yang turut membantu proses produksi.

Dalam memasarkan produknya, Cut Maneh juga mulai memanfaatkan media digital seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi. Meski demikian, ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah pengikut dan jangkauan promosi di media sosial masih menjadi tantangan dalam memperluas pasar.

Sebagai pelaku UMKM, Cut Maneh berharap kerajinan tradisional Aceh dapat memperoleh perhatian lebih dari berbagai pihak, khususnya pemerintah. Dukungan berupa pelatihan, promosi, bantuan permodalan, hingga penyediaan tempat usaha diyakini akan membantu para pengrajin mengembangkan produk lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Sange bukan sekadar tudung saji, melainkan warisan budaya yang mencerminkan nilai seni, tradisi, dan identitas masyarakat Aceh. Melalui tangan-tangan kreatif para pengrajin seperti Cut Maneh, kerajinan ini terus dilestarikan sekaligus menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×

IndoHomeStore

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu