Tudung Saji Asal Bireuen Banyak Diminati Warga Pidie untuk Acara Maulid
BIREUEN – Tudung saji khas Bireuen semakin banyak diminati oleh masyarakat Kabupaten Pidie, terutama menjelang pelaksanaan tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW. Permintaan yang meningkat setiap musim maulid menunjukkan bahwa kerajinan tradisional ini masih menjadi pilihan utama untuk melengkapi hidangan yang disajikan kepada tamu dan jamaah.

Tudung saji yang dibuat secara handmade dari anyaman daun nipah ini dikenal memiliki desain khas Aceh dengan balutan kain beludru berwarna-warni serta hiasan manik-manik yang menarik. Selain berfungsi melindungi makanan dari debu dan serangga, tudung saji juga menjadi bagian dari pelestarian budaya dalam tradisi kenduri maulid.
Para pedagang di Bireuen mengaku setiap menjelang musim maulid, pesanan dari wilayah Pidie mengalami peningkatan. Pembeli umumnya mencari berbagai ukuran untuk menyesuaikan dengan dulang atau talam yang digunakan saat kenduri.
Tingginya minat masyarakat Pidie terhadap tudung saji asal Bireuen menjadi bukti bahwa produk kerajinan lokal Aceh tetap memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya yang kuat. Selain mendukung para perajin, penggunaan tudung saji tradisional juga turut menjaga warisan budaya Aceh agar tetap lestari dan terus digunakan oleh generasi mendatang.



Tuliskan Komentar